Skip to main content

Cara menguasai Indonesia tanpa perang

Cara menguasai Indonesia tanpa perang - Ada beberapa cara yang dilakukan negara lain untuk menguasai Indonesia tanpa perang, berikut ini cara menguasai Indonesia tanpa perang, yakni:

1. Menguasai Jaringan Film

Dengan film, negara-negara besar dari barat menginvasi cara pemikiran penontonnya. Dalam film-film yang mereka buat disitu banyak ditampilkan bahwa sosok jagoan gagah adalah orang yang memegang senapan, sanggup berkelahi melawan banyak musuh, dengan menggunakan kostum yang khas masing-masing jagoan dalam setiap film.

Banyak film heroik yang ditayangkan disini, tentunya film-film model dari pemilik filmnya dari sana. Bukan dari Indonesia. Semakin sering dan banyak ditonton, maka semakin masuk cara pemikiran yang diinginkan oleh pembuat filmnya kepada penontonnya.

2. Melalui Pendidikan

Marketing pendidikan negara-negara lain berhasil membentuk opini dan cara pandang masyarakat Indonesia bahwa pendidikan negara lain lebih hebat, dari mulai kurikulum hingga perilakunya. Indonesia memiliki metode pendidikan asli yaitu pesantren atau padepokan. Yang selalu mengenalkan kecintaan akan negara serta penghormatan terhadap orang lain dalam bentuk pendidikan tata krama dan moral.

Sekarang ini, bersekolah di Sekolah Internasional seakan lebih hebat dari lainnya. Padahal didalamnya sangat minim (mungkin malah tidak ada) akan budaya cinta tanah air dan cinta budaya asli tanah air. Bisa dilihat, banyak sekali anak-anak Indonesia sekarang yang lebih suka merayakan Helloween dibandingkan merayakan nyadran yang merupakan budaya asli Indonesia.

Perlahan budaya asli Indonesia pun tersingkir, karena pendidikan otomatis akan memberikan pengetahuan tentang budaya dan ironisnya budaya-budaya tersebut bukan budaya Indonesia.

3. Menunggangi Agama

Perlahan dewasa ini semakin terlihat, dengan mengatasnamakan agama, budaya-budaya asli Indonesia mulai dikucilkan. Diberangus dengan menggunakan stigma-stigma mengatasnamakan agama. Budaya-budaya seperti menggunakan pakaian asli Indonesia dianggap tidak sesuai dengan agama, menggunakan bahasa nenek moyang seakan tidak memiliki nilai tinggi, diganti dengan menggunakan bahasa-bahasa asal agama tersebut. Bahkan tanpa tedeng aling-aling ada yang mengatakan bahwa mencintai dan membela negara bukan perintah agama. Sungguh disayangkan.

Hasil dari 3 hal tersebut:


  • Banyak yang lebih bangga dengan pakaian kebarat-baratan dibanding menggunakan pakai adat istiadat daerah sendiri. Bahkan saat menggunakan pakaian adat sendiri, malah dicemooh.
  • Lebih suka menikmati makanan barat dibandingkan makanan hasil budaya sendiri.
  • Lebih suka membeli produk-produk luar negeri dibandingkan membeli produk dalam negeri.
  • Lebih mengenal tokoh bangsa lain dibandingkan tokoh bangsa sendiri
  • Semua yang serba barat adalah bagus dan semua yang serba Indonesia itu aneh
  • dan banyak lagi, silahkan ditambahkan sendiri..

Bagaimana menurut Anda?
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar