Skip to content

Perjalanan Kika

Menjadi manusia yang bisa merasa bukan merasa bisa.

Mari kita menjalani kehidupan ke depan dengan lebih baik, kenali dan pahami semua apa yang terjadi. Jadikanlah pijakan untuk berbuat lebih, bukan untuk kembali masuk ke dalam masa lalu. Seperti sepatah kata dariku “There’s a door without a promise, unless we open and make a promise after it”.

Happiness“Seseorang pergi berlibur ke Bali selama dua minggu, 13 hari pertama adalah sangat menyenangkan semuanya serba baik, dan ketika memasuki hari ke 14 dia sakit diare, perut sakit sehari sampai masuk rumah sakit. Setelah 5 tahun, memory sakit itulah yang dianggap paling buruk. Sehingga kemungkinan besar dia akan malas untuk pergi kembali ke Bali. Dan bila dia pulang pada hari ke 7, maka semua ingatannya hanya akan dipenuhi semua keindahan yang terjadi selama di Bali.

Begitupun orang yang bersahabat, selama 10 tahun semua perjalanan persahabatan itu terjadi dengan dengan baik. Ketika terjadi sebuah pertengkaran selama dua hari, semua keindahan memori selama 10 tahun hilang seketika dibandingkan 2 hari pertengkaran tersebut dan dalam benaknya persahabatan itu tidak menyenangkan, walau sebenarnya 10 tahunnya menyenangkan dan 2 harinya saja yang tidak.”

Daniel Kahneman menjabarkan, ada 2 bentuk “Self” dalam diri manusia.  Pertama adalah Diri yang mengingat masa lalu [Remembering Self] dan Kedua adalah Diri yang mengalami perjalanan masa lalu [Experiencing Self].  Remembering Self adalah apa yang diingat, tentang cerita dan emosi yang tersisa yang masih bisa diingat kembali. Experiencing Self adalah yang benar2 merasakannya. Kedua hal ini sangatlah berbeda, meskipun mempunyai korelasi yang sangat tipis.

Ada tiga hal yang di ingat oleh manusia, yaitu Change [perubahan], Significant [yang luar biasa berbeda] dan Ending [akhir cerita]. Tiga hal tersebutlah yang sering diingat dalam pikiran [memori] manusia.

Dalam kejadian “perubahan”, seseorang akan mudah sekali menempatkan kejadian dalam benak karena terjadi suatu perubahan yang mampu memberikan sesuatu dalam hidup atau dalam pikiran itu sendiri. Misalnya perubahan pola pikir setelah mengikuti sebuah seminar atau pertemuan. Atau bisa juga ketika dia mendapatkan perubahan sikap dari seseorang yang dekat dengannya. Maka dia akan terus mengingat apa yang terjadi.

Di dalam kejadian “yang sangat luar biasa”, seseorang juga akan selalu menempatkan kejadian atau memori yang terbentuk karena kejadian tersebut. Dimana akan sangat mudah mengingatnya kembali ketika seseorang mendapatkan kejadian luar biasa dalam kehidupannya, misalnya ketika mendapatkan lotere atau ketika mendapatkan kelahiran anak.

Dalam kejadian “akhir cerita”, seseorang akan seringkali teringat kembali kejadiannya bila sedang menuju sesuatu tujuan yang sama dengan sesuatu yang pernah dijalaninya. Semisal, pernikahan yang berujung perceraian. Orang tersebut akan [sengaja dan tidak sengaja] menghidupkan kembali memori tentang akhir cerita yang pernah dialaminya. Akankah semua kembali terjadi ketika menjalani perjalanan yang sama atau menikah lagi.

Ketiga faktor itu akan terus mendominasi secara acak dan seringkali muncul tiba-tiba ketika kita merencanakan atau mengalami kejadian [sesuatu] dalam perjalanan hidup. Kita akan terus dibawa terlebih dahulu ke dalam pandangan yang sudah pernah masuk dalam ingatan.

Maka hal terpenting bagi kita adalah memahami dan mendalami kejadian [sesuatu] tersebut dalam kontek pikiran yang lebih matang. Kembalikan semua ke dalam tujuan [sebenarnya] yang memang seharusnya menjadi pegangan dalam situasi saat sekarang, bukan masa lalu. Perlu bagi kita untuk menyadarkan diri bahwa kemungkinan ke depan bukan tidak mungkin kita akan mengalami kejadian yang sama. Namun Penting bagi kita untuk mengerti, memahami dan mendalami betul bahwa kejadian ke depan tidak satu pun orang bisa memprediksikannya kecuali kita sendiri yang membentuknya.

Mari kita menjalani kehidupan ke depan dengan lebih baik, kenali dan pahami semua apa yang terjadi. Jadikanlah pijakan untuk berbuat lebih, bukan untuk kembali masuk ke dalam masa lalu. Seperti sepatah kata dariku “There’s a door without a promise, unless we open and make a promise after it”, yang sedang dilakukan para orang tua disini : Pak Tua Suryaden, Pak Tua Gajah Pesing, Pak Tua Endar.

Salam Bahagia.

Tags: , , , ,