April 8, 2010 Tersenyum
Menurut berita angin, Margaret Thatcher sebelum menjadi “Iron Lady” juga memakai pelatih untuk membuat suaranya menjadi lebih rendah, supaya terasa lebih serius. Bukan saja suara dapat dilatih, bahkan sekarang sudah ada operasi plastik untuk merubah suara menjadi lebih tinggi, supaya seseorang terdengar lebih bersahabat.
Senyum Monalisa ketika dimasukkan kedalam program komputer pengenal wajah yang canggih, dinyatakan sebagai 83% bahagia, 9% jijik, 6% takut, dan 2% marah. Sebenarnya apa makna sebuah senyum? Dan mengapa manusia tersenyum?
Senyum bisa punya sejuta makna, tetapi sebenarnya apa manfaat senyum? Pada dunia hewan, menarik ujung bibir biasanya bermakna akan melakukan penyerangan, pertanda menantang, dan tanda agresi. Mengapa berbeda pada manusia?

Proffessor John J.Ohala, dari Berkeley, memberikan jawaban yang mengejutkan, ternyata manusia tersenyum pada awalnya bukanlah karena penampilan, tatapi karena suara. Ketika kita tersenyum dan berbicara maka suara kita menjadi labih tinggi, yang ternyata menandakan keramahan, dan persahabatan.
Karena itu sangat disarankan, ketika anda menelpon klien anda, tersenyumlah, supaya terasa lebih bersahabat, kecuali kalau memang anda menelpon untuk menegur atau marah2.
Ketika kita menggoda bayi, tanpa sadar pitch suara kita akan meninggi, yang menandakan hubungan sosial yang akrab. Sedangkan kalau kita mau terlihat “galak” dan ‘serius” maka tanpa sadar kita akan merendahkan suara kita.
Pada hewan, seperti anjing pun, terjadi hal yang sama, kalau mengajak bermain, maka suaranya akan meninggi, sebaliknya kalau mengancam, pitch suaranya akan merendah.
Pada lelaki tejadi perubahan suara dari tinggi menjadi rendah ketika melewati masa akil balik, menjadi dewasa, yang berarti menjadi serius.
Menurut berita angin, Margaret Thatcher sebelum menjadi “Iron Lady” juga memakai pelatih untuk membuat suaranya menjadi lebih rendah, supaya terasa lebih serius. Bukan saja suara dapat dilatih, bahkan sekarang sudah ada operasi plastik untuk merubah suara menjadi lebih tinggi, supaya seseorang terdengar lebih bersahabat.
Jadi, salah satu sebab kita tersenyum adalah supaya suara kita tidak terasa mengancam dan menakutkan, supaya kita lebih mudah didekati, dan pelahan orang melihat orang yang tersenyum sebagai sebuah tanda “mudah didekati” dan “bersahabat”.
Bila anda ingin terasa lebih “serius” maka rendahkan pitch suara anda, dan kalau ingin terdengar lebih bersahabat, silahkan meninggikan pitch suara anda.
Selamat mencoba.
Salam tersenyum.
*Tanadi Santoso, 7 april 2010, ditulis diatas pesawat pada penerbangan Hongkong-Surabaya untuk Kika Syafii.
Artikel Terkait
Tags: Art, Friends, Renungan, Short Story
- 8 comments
- Posted under Art
Permalink # Tweets that mention Tersenyum -- Topsy.com said
[...] This post was mentioned on Twitter by Kika Syafii. Kika Syafii said: Tersenyum http://goo.gl/fb/tJZsv #art #friends #renungan #shortstory [...]
Permalink #
RCA
said
We like your article, bos..
Permalink #
ikkyu_san
said
Kalau orang marah2 juga suaranya pasti jadi tinggi, ngga mungkin marah dengan suara lebih rendah karena suara rendah itu suara perut. suara tinggi itu suara leher. Mungkin lebih tepat dipakai kata “ekspresi emosional” spt tersenyum, tertawa, marah dsb.
EM
Permalink #
prof. helga
said
nih nih gue udah senyum
Permalink #
Eka JaHe
said
senyum memang dapat membawa banyak arti mas……
Permalink #
Hanif
said
hoho, begitu yah? ternyata senyuman itu mempengaruhi kualitas suara.
Permalink #
Al Lif Qy
said
(n_____n) ..
senyum nih .. ^^
Permalink #
thomas
said
Tersenyumlah selagi bisa….
salam
http://thomasandrianto.wordpress.com/2010/04/12/p-s-i-love-you/