Skip to content

Perjalanan Kika

Menjadi manusia yang bisa merasa bukan merasa bisa.

Di dalam setiap agama, diajarkan untuk melakukan kegiatan sosial (amal) bersama-sama. Disini mengindikasikan betapa hebatnya kebersamaan, entah tujuan, keinginan atau pun cita-cita. Agama saya (Islam) mengajarkannya dalam ibadah sholat. Disitu saya diajarkan untuk mendirikan sholat dengan pahala yang akan dilipat gandakan bila dilakukan berjamaah dan hanya akan mendapatkan nilai 1 bila dilakukan sendirian. Dalam agama lain pun saya banyak melihat betapa pentingnya “Jamaah”.

Sedikit ingin bercerita bagaimana hebatnya sebuah kegiatan yang dibangun dengan bersama-sama dan keinginan bersama-sama pula. Kita sudah banyak membaca berita, melihat atau bahkan terlibat ikut didalamnya. Seperti contoh kasus Ibu Prita, dengan keinginan yang sama dan didukung perasaan yang senasib (terlepas dari semua kejadian pribadi masing-masing) maka terciptalah hal yang diluar dugaan, dimana terkumpulnya koin dengan jumlah yang mungkin bila dijadikan hukuman sambit (lempar) kepada para koruptor maka dijamin kapok koruptor itu. Di dalam setiap agama, diajarkan untuk melakukan kegiatan sosial (amal) bersama-sama. Disini mengindikasikan betapa hebatnya kebersamaan, entah tujuan, keinginan atau pun cita-cita. Agama saya (Islam) mengajarkannya dalam ibadah sholat. Disitu saya diajarkan untuk mendirikan sholat dengan pahala yang akan dilipat gandakan bila dilakukan berjamaah dan hanya akan mendapatkan nilai 1 bila dilakukan sendirian. Dalam agama lain pun saya banyak melihat betapa pentingnya “Jamaah”.

Tanpa kita sadari, konsep berjamaah sebenarnya sudah dan sedang kita laku-kembangkan dalam banyak komunitas, entah itu komunitas bisnis, komunitas sosial ataupun komunitas diskusi atau bahkan politik. Serta merta kita (tidak selalu) menyadari betul bahwa berusaha dengan jamaah akan lebih cepat mengembangkan jalan rejeki kita semua. Namun bila direnungi lebih jauh, maka akan disadari bahwa semua yang dilakukan bersama-sama akan menimbulkan kenikmatan, kesenangan dan kebahagiaan yang luar biasa, sehingga tanpa sadar kegairahan akan usaha bersama akan semakin besar. Sebuah usaha yang mengedepankan berjamaah atau tidak sendiri-sendiri sudah pasti mendatangkan berkah dan rejeki yang tidak pernah terduga.

Melihat resensi di atas, keadaan politik di Indonesia pun dikuasai secara berjamaah hingga sangat sulit untuk didobrak dan diruntuhkan oleh orang-orang luar yang melakukannya sendiri-sendiri. Dan ketika tahun 98 dimana kekuasaan politik itu runtuhpun dulu karena dilakukan secara berjamaah oleh seluruh elemen masyarakat.

Tak ingin berlebar-lebar, saya hanya ingin mengajak rekan-rekan melakukan kegiatan social secara berjamaah. Saya sangat yakin bila masing-masing pasti sudah melakukan amal dan amalannya di tempat masing-masing dengan skala diri masing-masing. Namun bila melihat hasil “berjamaah” yang sangat powerfull itu, lalu kenapa tidak bila kita coba bersama untuk melakukan kegiatan social ini dengan berjamaah? Dan hidupkan negara ini dengan keinginan baik bersama-sama melalui laku sosial. Terlibatlah dalam organisasi-organisasi atau komunitas sosial seperti Dhompet Dhuafa, Mer-C, Rotary Club atau minimal lingkungan RT masing-masing.

Mari libatkan diri untuk lebih ke dalam, tidak hanya melihat orang lain. Ajaklah orang-orang yang ada diluar lingkaran masing-masing agar bisa tertarik untuk terlibat secara langsung kegiatan amal atau sosial.

Salam Sosial dan Kreatif Selalu.

Share