Skip to content

Perjalanan Kika

Menjadi manusia yang bisa merasa bukan merasa bisa.

Padahal keagungan sebenarnya Ramadhan terletak pada akhir setelah Ramadhan ini selesai. Dimana perilaku yang menjalankannya masih utuh tetap seperti ketika menikmati perjalanan Ramadhan ini. Sifat dan laku manusia yang berhasil dalam menjalankan Puasa Ramadhan, bisa dilihat dari perilaku setelah selesainya bulan Ramadhan. Memang begitu banyak Rahmat dan Barokah yang ditimpakan kepada manusia yang menjalankannya, tapi perlu diingat, Rahmat dan Barokah itu baru akan kelihatan nanti setelah Ramadhan selesai, dan dimana manusia dikembalikan pada tidak adanya nuansa rohani yang kental seperti Ramadhan. Maka, bila keagungan itu bisa terengkuh, tentu kehidupan manusia sebagai pribadi dan insan yang berpuasa Ramadhan akan berubah. Akan lebih menggunakan akal pikirnya dengan baik, memilah mana yang baik dan mana yang tidak dengan lebih mengedepankan akal pikirnya. Tindakan, perilaku, sifat dan semua tentang duniawi akan tereduksi perlahan bila seorang muslim berhasil menjalankan Ibadah Puasa ini. Maka itulah Jiwa Bersih sebenarnya. Manusia yang bisa berpikir dan berjalan dengan akal pikir yang baik. Tidak merasa pintar, tidak berani mengharamkan, khusnudzon dan segala pikiran kebaikan.

“Kamu cantik… ”

Itu sedikit tulisan singkat tentang sebuah bulan yang selalu datang setiap tahun, berputar dengan hitungan minus 10 hari dalam setahun. Betapa tidak cantik? banyak keajaiban, keagungan bahkan keanehan terjadi di bulan ini. Semua orang menyambut dan merayakannya dengan gegap gempita seakan ini adalah bulan terakhir dalam kehidupannya. Dari mulai surau kecil hingga televisi menyambut dengan berbagai macam perayaannya. Memang ajaib (bagaimana tidak?), banyak orang seketika berubah menjadi santun. Artis yang biasa tampil seksi tiba-tiba terbalut busana yang rapat dan tidak terlihat pegunungannya dimana-mana. Mushola yang tadinya hanya dihuni 3-10 jamaah/orang berubah dengan membludak hingga tak jarang banyak yang menutup jalan kampung. Orang yang tadinya hanya peduli dengan bisnis dan kehidupannya sendiri berubah menjadi sangat peduli dengan orang lain, kalimat-kalimatnya pun berubah. Ramadhan benar-benar merubah banyak wajah. Hingga akhirnya muncul kalimat sinis “mendadak alim”. Itulah keajaiban bulan ini. Begitu banyak perubahan terjadi seperti menekan tombol on/off pada sebuah layar.

Padahal keagungan sebenarnya Ramadhan terletak pada akhir setelah Ramadhan ini selesai. Dimana perilaku yang menjalankannya masih utuh tetap seperti ketika menikmati perjalanan Ramadhan ini. Sifat dan laku manusia yang berhasil dalam menjalankan Puasa Ramadhan, bisa dilihat dari perilaku setelah selesainya bulan Ramadhan. Memang begitu banyak Rahmat dan Barokah yang ditimpakan kepada manusia yang menjalankannya, tapi perlu diingat, Rahmat dan Barokah itu baru akan kelihatan nanti setelah Ramadhan selesai, dan dimana manusia dikembalikan pada tidak adanya nuansa rohani yang kental seperti Ramadhan. Maka, bila keagungan itu bisa terengkuh, tentu kehidupan manusia sebagai pribadi dan insan yang berpuasa Ramadhan akan berubah. Akan lebih menggunakan akal pikirnya dengan baik, memilah mana yang baik dan mana yang tidak dengan lebih mengedepankan akal pikirnya. Tindakan, perilaku, sifat dan semua tentang duniawi akan tereduksi perlahan bila seorang muslim berhasil menjalankan Ibadah Puasa ini. Maka itulah Jiwa Bersih sebenarnya. Manusia yang bisa berpikir dan berjalan dengan akal pikir yang baik. Tidak merasa pintar, tidak berani mengharamkan, khusnudzon dan segala pikiran kebaikan.

Sehingga ketika semua itu bisa kita (muslim) rengkuh dalam esensi terdalam Ramadhan, kehidupan sosial pun otomatis akan meningkat. Karena kepedulian kita akan manusia lainnya menjadi lebih besar (sedekah). Dan tidak lagi ditemukan kepedulian (amal) yang hanya dilakukan saat Ramadhan. Saya tidak menyebut ini tidak baik, namun bayangkanlah. Bayangkan bila semua orang berbondong-bondong mensedekahkan hartanya untuk kebaikan, tanpa peduli siapa yang diberi sedekah. Apalagi bila sedekah itu bisa diatur dan ditata dengan baik serta rapi. Bisa dibayangkan! Indonesia tidak akan lagi banyak pengangguran, pendidikan akan meningkat, kemiskinan akan terkurangi dan segala hal perubahan kemajuan lainnya. Maka tanpa disadari, kita pun menjadi manusia yang berhasil, berhasil tidak hanya untuk diri sendiri namun juga banyak orang bahkan satu Negara.

Semoga keajaiban bulan puasa (Ramadhan), bisa membarengi keagungan bulan puasa meski bulan ini pasti berlalu. Semoga makin berkurang pula kalimat-kalimat sinis karena memang perilaku dan sifat kita sebagai muslim akan tetap utuh seperti ketika Bulan Ramadhan kita jalani. Jadikan Ramadhan sebagai cermin perilaku dalam keseharian hingga tiba saatnya kita sambut lagi Ramadhan yang akan datang.

Dan kamu benar-benar cantik..

Salam Jiwa Bersih.

Share