July 5, 2010 Otak Tua Kita; Teori Tiga Otak.
Konsep Triune Brain adalah konsep penyederhanaan tentang otak menjadi 3 bagian, yang ditemukan oleh Neuroscientist Paul D. MacLean, dan dipopulerkan oleh Carl Sagan. Model pemahaman otak yang berlandaskan pada teori evolusi sejak 450 juta tahun yang lalu. Evolusi otak manusia dimulai dengan adanya Otak Tua, atau Reptilian Brain dan berkembang menjadi Mamalian Brain dan terus sampai pada Neo Cortex.
Ketiga otak kita mempunyai fungsi yang berbeda: Paling luar, yang hanya dimiliki oleh manusia saja, adalah “Otak Baru” kita, The New Brain, Neo Cortex, berpikir dan menganalisa keadaan, menghitung untung rugi dan berinovasi. Otak inilah yang dipakai untuk memahami bahasa, berhitung, angka, huruf. Dan disinilah kita membagi otak kita menjadi otak kanan dan kiri. Otak tentang seni, dan angka.
Triune Brain Theory:
The Old Brain: Three Brains, One Decision Maker.
Konsep Triune Brain adalah konsep penyederhanaan tentang otak menjadi 3 bagian, yang ditemukan oleh Neuroscientist Paul D. MacLean, dan dipopulerkan oleh Carl Sagan. Model pemahaman otak yang berlandaskan pada teori evolusi sejak 450 juta tahun yang lalu. Evolusi otak manusia dimulai dengan adanya Otak Tua, atau Reptilian Brain dan berkembang menjadi Mamalian Brain dan terus sampai pada Neo Cortex.
Ketiga otak kita mempunyai fungsi yang berbeda: Paling luar, yang hanya dimiliki oleh manusia saja, adalah “Otak Baru” kita, The New Brain, Neo Cortex, berpikir dan menganalisa keadaan, menghitung untung rugi dan berinovasi. Otak inilah yang dipakai untuk memahami bahasa, berhitung, angka, huruf. Dan disinilah kita membagi otak kita menjadi otak kanan dan kiri. Otak tentang seni, dan angka.
Masuk lebih dalam adalah “Otak Tengah” kita, The Middle Brain, Lymbic, merasakan dan menggunakan intuisi. Inilah otak emosi kita, yang ada pada mamal, disebut juga mamalian brain. Otak ini yang mengatur emosi kita, kasihan, sedih, senang, dan otak ini memberi instruksi untuk membuat dada kita merasa nyaman saat kita berbahagia. Otak ini yang mengingat wajah teman kita, tapi Neo Cortex yang mengingat namanya. Otak tengah lebih mampu mengingat dari otak baru kita, oleh sebab itu kita ingat wajah teman kita tapi lupa namanya pada saat reuni.
Yang paling dalam adalah “Otak Tua” kita, The Old Brain, atau Reptilian brain. Inilah otak pengambil keputusan berdasarkan masukan dari kedua otak yang lain, atau langsung dari sensori yang diterimanya. Otak ini adalah otak paling primitif yang juga mengatur pernafasan, kesadaran, dan bergeraknya fungsi2 organ tubuh kita. Inilah otak yang telah ada pada jaman dinosaurus, pada reptil, burung dan binatang kuno lainnya. Otak ini secara cepat mengambil keputusan dalam bisnis dan kehidupan kita.
Burung takut pada “orang2an” disawah ketika melihatnya. Kitapun terkejut melihat “patung polisi” dijalan. Melihat cicak ataupun tikus mainan pun kita menjerit terkejut langsung melemparkannya. Kita mendadak menangis mendengar lagu kenangan putus cinta kita. Kelima sensori kita bisa langsung menembus ke otak tua kita tanpa sadar dan tanpa melalui pemikiran lebih dulu. Dan kita tidak mampu menghentikan “Otak Tua” kita walau kita memerintahkannya.
Kalau kita lapar dan berbelanja di super market, kita akan membeli lebih dari yang dibutuhkan. Kalau kita bertemu orang langsung merasa suka atau tidak. Ada teman lama tidak pernah kontak tau2 menelpon dengan ramah, kita langsung tau ada maunya dan segera kita menjaga diri. Kita suka wajah cantik, rasa manis dan anak yang lucu. Semua keputusan itu diambil otak tua kita bahkan sebelum kita sempat memikirkannya. Bahkan pada anjing, kucing pun terjadi hal yang sama, analisa tidak sadarnya akan gaya kita, bau tubuh kita, gerak gerik kita dianalisa dan langsung anjing atau kucing itu memutuskan untuk berteman atau tidak dengan anda.
Dengan konsep tiga otak ini, akan mudah dipahami tentang “Thinking, Feeling, and Willing” (Berfikir, Perasaan dan Kemauan); ataupun “Head, Heart, and Gut” (Kepala, Hati, Nyali). Otak berpikir kita, kita anggap sebagai “kepala”, dan otak tengah kita “hati” atau emosi atau perasaan, sedangkan otak tua kita adalah “nyali”, keberanian, pengambilan keputusan.
Dalam kehidupan sehari hari, biasanya kita berpikir secara logis untung rugi sesuatu, lalu mulai mempertimbangkan suka atau tidak, baru memutuskan untuk mau atau tidak. Jadi dari otak baru, tengah, tua. Tetapi pada saat tertentu kita dapat memulai dari emosi, langsung mengambil keputusan, baru mencocokkan dengan data yang ada.
Kita berjanji hanya akan minum segelas, ternyata akhirnya mabuk juga. Kita mau bangun pagi jam enam untuk olah raga, tertunda juga. Kita ingin membersihkan kamar kerja kita, belum juga sempat. Kita belanja dengan kartu kredit, selalu berlebihan. Makanpun sering kekenyangan.
Emosi selalu lebih kuat dalam membuat kita mengambil keputusan, otak tengah kita lebih mudah mempengaruhi otak tua kita. Emosi tertentu akan lebih kuat dalam membuat kita mengambil keputusan. Keputusan bisnis dan keputusan kehidupan kita, selalu kita anggap sudah sangat “rasional”, tetapi sebenarnya sangatlah emotional dan sering terjadi bias. Stimuli tertentu akan membuat kita lebih mudah terpengaruh, karena otak tua kita lebih tersentuh dan keputusan terjadi disana, sementara otak rasional kita sering hanya membenarkan apa yang sudah kita pilih saja.
Kemampuan kita memahami peran ketiga otak ini akan bermanfaat untuk dapat membuat kita lebih memfokuskan diri pada “The Old Brain” ini untuk mempengaruhi orang lain, untuk memimpin anak buah, dan untuk menjual produk. Salam sukses selalu.
*Tanadi Santoso, 4 July 2010.
Artikel Terkait
- 13 comments
- Posted under Featured, Motivation
Permalink #
itempoeti
said
entah 1, 2, 3, 4, bahkan 5 otak sekalipun…
tapi yang menggerakkan manusia bukan cuma otak…
Permalink #
xitalho
said
Nice info….
(doh) otakku termasuk otak tua… susaaah ngarti…
Permalink #
Love4Live
said
darwin, rene descartes, sigmund freud, karl popper, immanuel kant; semuanya bicara tentang rasionalisme…
Permalink #
PRofijo
said
(gedang_enak) gak perlu otak
Permalink #
neorenggana
said
hmm sekarang saya tahu hal yang menyebabkan saya membuat keputusan yang ‘aneh’
Permalink #
dily
said
bagaimana cara otak berfikir sehat/normal? mungkin di otak saya sakit, karena untuk membaca dan mendengar pembicaraan tidak mengerti,banyak imajinasi/khayalan yang mengikuti terus berfikir. saya terasa sakit ini sangat lama sejak kecil, maka justru saat ini terjadi kecelakaan kendaraan(terkena kepala) dan telinga saya terganggu (tinnitus)….
mohon tolonglah saya freesh ntuk berfikir dari membaca dan bicara?
Permalink # Membantu adalah kebutuhan » Perjalanan Kika said
[...] Mempelajari agar senang menyumbang atau sedekah dan membantu orang lain. Semua cara pandang manusia diatur oleh otak, dijalankan dan diturunkan ke hati hingga muncul apa yang namanya “perasaan”. [...]
Permalink #
Jidat
said
Jangan Biarkan Otak Kita Sadar *lagu gemblung*
Permalink #
red
said
mantap sekali artikelnya sob
Permalink #
endar
said
aku seneng otak otak
Permalink #
rahmat
said
tetap konsisten dengan menyuplai otak kita dengan makanan2 yang mengandung vitamin e
Permalink #
Putri Sarinande
said
mungkin karena, kita manusia. maka, semuanya menjadi begitu kompleks dan beragam. hahay
Permalink #
tji djung
said
tambah satu lagi pengetahuan….
mantaps…….semoga bermanfaat buat teman2…