Skip to content

Perjalanan Kika

Menjadi manusia yang bisa merasa bukan merasa bisa.

“Apa sebenarnya hikmah yang dimiliki orang tua ini, dimana ia dapat meramalkan kejadian baik dan buruk yang benar-benar layak untuk mereka!”.

Pada jaman dahulu, ada seorang tua nan bijak yang tinggal di Desa Kriya. Dia memiliki banyak kuda. Dan suatu malam, manakala dia pulang setelah seharian bekerja di ladang, dia menemukan bahwa salah satu dari kuda-kudanya telah melarikan diri. Segera keluarga dan tetangganya mencari didaerah sekitarnya. Ketika mereka akhirnya menyerah, mereka mengucapkan belasungkawa mereka kepada orang tua tersebut. “Kami mohon maaf atas kejadian malang yang terjadi pada Anda.” Ucap para tetangga. Orang tua dari Desa Kriya berkata tenang, “Hilangnya kuda saya tidak selalu berarti buruk. Semua akan dikembalikan untuk nilai yang sebenarnya seiring waktu”.

Pagi berikutnya, orang tua dari Desa Kriya yang sedang membersihkan rumput menoleh dan melihat dua ekor kuda datang ke arah rumahnya dari kejauhan. Kuda pertama adalah kudanya yang kemarin hari menghilang, dan satunya adalah kuda yang mengikuti kuda miliknya. Bahkan dari kejauhan, ia bisa melihat bahwa kuda ini adalah kuda perang bertubuh besar dan berharga. Setelah kuda-kuda ini sampai ditempatnya, ia segera bertanya di kantor daerah, apakah ada orang yang melapor telah kehilangan kuda jantan mereka.

Karena tidak ada laporan kehilangan kuda, maka Hakim daerah menasihatinya untuk menjaga kuda tersebut sampai seseorang melapor. Malam itu, keluarga orang tua dan tetangganya merayakan kembalinya kudanya serta kuda jantan yang baru saja diperoleh. Pada perayaan itu, ia dipanggil untuk berpidato. Orang tua dari Desa Kriya berdiri dan berkata dengan tenang, “Akuisisi kuda jantan ini tidak selalu hal yang baik. Semua akan dikembalikan untuk nilai yang sebenarnya seiring waktu. ”

Seminggu kemudian, anak orang tua itu mengambil kuda jantan besar itu keluar untuk dinaiki. Karena ketidak-terampilan dalam mengendalikan kuda perang besar, maka terjatuhlah anak itu dengan sangat mengerikan. Akibatnya, kakinya patah.  Para tetangganya berlarian dan berkerumun di sekitar anak itu kemudian berkomentar, “Ini adalah hal yang mengerikan yang telah terjadi. Kuda ini telah membawa nasib buruk bagi keluarga Anda”. Orang tua dari Desa Kriya itu berdiri dan berkata tenang,” Kecelakaan ini tidak selalu berarti buruk. Semua akan dikembalikan untuk nilai yang sebenarnya seiring waktu. ”

Beberapa waktu kemudian, kerajaan yang menaungi Desa Kriya itu terlibat dalam perang besar dan tidak adil dengan kerajaan tetangga. Semua pria muda kerajaan dipanggil untuk mendaftar sebagai tentara. Tetangga orang tua itu mengeluh karena semua anak-anak mereka dipanggil untuk bertempur dalam perang. Mustahil untuk melarikan diri susunan daftar petugas kerajaan yang mendaftar anak-anak mereka.  Tak pelak lagi, mereka akhirnya tiba di rumah orang tua itu.

Melihat banyak kuda di halaman, mereka berkata kepada diri mereka, “Ini pasti rumah seorang pejuang besar. Tapi mengapa pengecut ini tidak pergi ke medan perang? Kita harus menangkapnya sekaligus”. Ketika mereka masuk ke rumah pemiliknya, mereka menemukan hanya orang tua dari Desa Kriya itu dan istri dan anak mereka yang cacat.

Para petugas pendaftar kemudian melanjutkan, “Anak muda ini akan menjadi tentara baik jika bukan karena kakinya patah. Kita tidak bisa membawanya untuk berperang”. Dan dengan demikian, putra mereka terbebaskan dari pertempuran di medan perang. Para tetangga orang tua itu, mengamati dengan takjub sembari berujar , “Apa sebenarnya hikmah yang dimiliki orang tua ini, dimana ia dapat meramalkan kejadian baik dan buruk yang benar-benar layak untuk mereka!”.

Cerita dari China

Share

Tags: