September 17, 2010 Mie Ayam Sehati
Kegiatan-kegiatan positif seperti inilah yang memang harus menjadi tanggung jawab kita sebagai bangsa. Membangun dengan “hati” dan mengulurkan tangan sebisa mungkin. Inilah yang dinamakan “Sedekah Berjamaah” dan menurut saya pula, bila kegiatan ini terus menjadi pegangan bagi Mas Eko dan tim untuk bersosial bahkan dikembangkan lebih bagus lagi, maka akan banyak orang yang bisa mendirikan usahanya sendiri yang bisa jadi menyebar se-antero Indonesia (mumpung perijinannya tidak sulit seperti di Negara-negara maju).
Sebelumnya, saya hanya suka mengamati dan membaca apa saja yang terlihat baik sengaja maupun tidak sengaja. Dalam beberapa kegiatan yang kebetulan saya ikuti, beberapa tulisan “mie ayam sehati” mengajak ekor mata untuk menengok dan melihat apa sih sebenarnya di dalam situ, dan tentu berusaha mencari tahu siapa yang “mandegani” atau mungkin yang punya.
Saya awalnya tidak tertarik dengan Mie Ayam Sehati ini, karena pada dasarnya bisnis yang saya lakukan beda jauh dari hal ini. Namun ada benang merah yang mengikat pikiran saya terhadap Mie Ayam. Saya penggemar Mie Ayam, dan dulu waktu masih berkelana di Jogja sempat menjadi pedagang mie ayam di daerah Gedong Kuning depan Gedung Jogjakarta Convention Center. Meskipun akhirnya hanya bertahan selama 6 bulan. Namun sungguh, mie ayam mempunyai keterkaitan sejarah dalam kehidupan saya.
Maka dari itu ketika saya menemukan “Mie Ayam Sehati” ini, sempat pikiran saya bernostalgia menuju Jogjakarta sekaligus melintasi waktu beberapa tahun silam. Tanpa sengaja pula ternyata Mas Eko Eshape alias Mas Eko Sutrisno alias Mas Eko Cimart yang merupakan teman dekat saya, ada dibelakang mie ayam sehati ini.
Saya yang merupakan pribadi suka mengamati, akhirnya mengamati lebih dalam dan jauh. Sebuah pergerakan perdagangan yang tidak seperti biasanya dalam perputaran Mie Ayam Sehati ini. Mas Eko dan tim lebih suka berbagi ilmu dan menyebarkan ilmu memasak, membuat ramuan bumbu dan penyajian secara gratis. Meski terkadang ada biaya yang harus dikeluarkan, itupun hanya seharga 1 porsi mie ayam. Hebat? Sangat hebat!. Kalau saya boleh katakan, ini luar biasa. Semangat berbagi untuk banyak orang, membangun keinginan maju dengan pendekatan berdagang dan mengajak banyak orang untuk mengenal bahwa bisnis tidaklah selalu yang “bersih-bersih”.
Kegiatan-kegiatan positif seperti inilah yang memang harus menjadi tanggung jawab kita sebagai bangsa. Membangun dengan “hati” dan mengulurkan tangan sebisa mungkin. Inilah yang dinamakan “Sedekah Berjamaah” dan menurut saya pula, bila kegiatan ini terus menjadi pegangan bagi Mas Eko dan tim untuk bersosial bahkan dikembangkan lebih bagus lagi, maka akan banyak orang yang bisa mendirikan usahanya sendiri yang bisa jadi menyebar se-antero Indonesia (mumpung perijinannya tidak sulit seperti di Negara-negara maju).
Buat rekan-rekan yang ingin belajar membuat, memasak dan menyajikan mie ayam, silahkan hubungi langsung Mas Eko dan timnya. Semoga pelatihan-pelatihan yang selalu diadakan oleh tim Mie Ayam Sehati semakin banyak pesertanya, dengan demikian semakin banyak pula orang yang berpikir mandiri dan kemandiriannya. Sayangnya, saya sendiri belum sempat menyicipi rasa dari mie ayam sehati ini. Padahal sudah beberapa kali “kepergok” ditempat. Dan semoga pula, pemerintah mulai melirik hal-hal seperti ini. Bukan sekedar membikin peraturan kemudian melarang atau memerintahkan, namun memberi (setidaknya) solusi dalam hal pengangguran yang tiap tahun makin bertambah.
Dan bagi teman-teman yang masih menganggur, saya mohon pula “jangan hanya menunggu pemerintah untuk memberimu pekerjaan” karena itu sama saja dengan menunggu salju turun di pulau jawa.
Salam kreatif.
Tak ada orang yang mempu membantumu selama dirimu tidak mau membantu dirimu sendiri.
Tags: Motivation, Short Story, Social
- 20 comments
- Posted under Motivation, Social
Permalink #
eko sutrisno hp
said
Makasih tulisannya mas, jadi makinmantep untuk berada di jalan yang benar ini.
Aku sering terpana atau tepatnya terpaku bila ada yang nanya padaku dengan kalimat seperti ini.
“Terus apa keuntungan mas Eko dengan memberikan pelatihan ini?”
Bagiku keuntungannya sudah sangat jelas, tetapi kalau sampai dia bertanya artinya keuntungan yang kudapat ternyata masih belum jelas bagi sebagian orang.
Kalau pak Syamsu yang ditanya, baisanya dengan cepat dia langsung menjawab dengan senyum khasnya.
“Jadi banyak teman Bu/Pak. Sekarang saya jadi kenal dengan bapak/ibu. Itu saja”
Kemudian pak Syamsu akan menutup jawaban itu dengan sebuah kalimat “Berbagi Ilmu berbagi Berkah!”
Di tulisan ini mas Kika telah menjawab dengan bahasa yang lain dan dengan sangat mengena. Jadi aku hanya dapat berucap, “Makasih mas Kikaku”
Salam Sehati
Permalink #
genthokelir
said
sip dan mantep
hujan emas di negri sendiri dan mari kita mandiri merdeka tanpa pemerintah peduli
Permalink #
ethie
said
Mantap! Dari bulan apaaa gitu, aku penasaran sama mi hijau ini. Hehe..
Ada mis jawara juga ternyata asalnya dari sini..
Nyoba resepnya ya, pak..
Om Kika, thanks for sharing…
Permalink #
eko sutrisno hp
said
salam
mi Jawara memang satu rumpun dengan Mie Sehati Perto Group
senang sekali kalau ada yang suka dengan mi Jawara, juaranya Mie Ayam di Cibubur
salam sehati
Permalink #
addiehf
said
jadi kepengen (hungry)
aku ikutan belajar makannya ajah yah
Permalink #
ajengkol
said
Kapan aku di traktir mie sehati sejiwa hehehe
Permalink #
Pojok Pradna
said
mari berbagi…niscaya dibalas berlipat-lipar (worship)
Permalink #
omagusdotnet
said
setuju om..!
Permalink #
ntie
said
mie nya ijo, keknya segerrr, tapi kok ya klo kepengen nyicip mesti ke jogja gitu yaaa, mbok yaa buka cabang di kota lain
Permalink #
eko sutrisno hp
said
Mie Sehati Perto Group tidak hanya berada di Jogya
Di jakarta, baru ada di Priok..
Paling banyak di Bekasi (Cikarang, Bekasi, Cibubur, Cibitung dll)
Ada juga di Kalimantan, Bali, Jawa Tengah, Jawa Timur.
Namanya memang beda-beda, ada Mie Jawara, Mie Gelo, Mie KCB, Mie Pelangi, Mi Garasi, MieYabi, dsb.
Semuanya masuk dalam keluarga Mie Sehati | Perto group.
Salam Sehati
Permalink # sisa lebaran | www.gunungkelir.com said
[...] kasih juga untuk Kikasyafii dalam tulisannya yang juga memotivasi untuk mandiri dan [...]
Permalink #
PRofijo
said
(worship) deh…!
Permalink #
samsudin
said
emang Mantab Mie ayam sehati Rasanya sampai ke hati
Permalink #
eko sutrisno hp
said
hehehe…
saingan sama siomay mas samsudin deh…
Permalink #
'Ne
said
Mie Ayam (gak pake ayam) itu jajanan favorit no.1 selanjutnya soto hehe.. eh gak ikut2an yang punya blog lho
tapi salut juga untuk orang2 yang mau berbagi ilmunya, karena yang sering terjadi justru sebaliknya jika kita bertanya tentang apa resepnya kebanyakan orang2 akan merasa keberatan untuk menjawab, takut jadi saingan..
tapi ternyata dengan berbagi kita akan semakin banyak teman, dan banyak teman itu berarti makin banyak rejeki (bukan banyak anak lho) hehe..
Permalink #
andhika
said
mantebs mas…
tgl 25 sep ada pelatihan mie ayam sehati… hanya di bandrol 30rb. untuk dapat ilmu seabreg dari Pak Syamsu..
insyaAllah hadir..
Permalink #
basit
said
Jika kita saling memberi, kita juga akan saling menerima. dan keberkahan akan mendatangi kita.
Permalink #
eko sutrisno hp
said
terima kasih buat Master Mie Sehati | Perto group, pak Syamsu Irman
Dia lebih pantas mendapat ucapan terima kasih
salam Sehati
Permalink #
akbar
said
sukses ya mas mie ayam sehati nya ^_^
Permalink # My Homepage said
… [Trackback]…
[...] There you will find 50720 more Infos: kika.web.id/mie-ayam-sehati/ [...]…