Skip to content

Perjalanan Kika

Menjadi manusia yang bisa merasa bukan merasa bisa.

Dunia, dan tentu seisinya adalah sebuah prosa yang sangat indah. Kita semua adalah bagian dari penggalan-penggalan puisi. Maka dari itu, aku tidak rela sedikitpun bila otakku menjadi tidak indah. Harus Indah!. Karena aku adalah puisi. Ya, setiap manusia dengan segala perasaan dan pikirannya merupakan sebuah puisi yang tentu tidak berhak untuk rusak atau dirusak.

Entah apa yang sedang terjadi denganku, tiba-tiba saja isi kepala menggelayut sepi dan kosong. Hampir takut aku untuk tidur di malam hari dalam beberapa hari ini. Berkali-kali aku paksa untuk mengerjakan tugasku di kantor namun tetap juga ngadat. Akhirnya aku putuskan untuk melakukan perjalanan lagi, perjalanan yang selalu aku rindukan. Yaitu menuju Rumah Bang Nanoq di Jembrana Bali. Perjalanan diawali dengan mengunjungi Mas Toto Gunung Kelir, sekaligus berencana untuk turun ke Jogjakarta dimana bisa aku temui para gentho Joglo Abang dan seisinya. Tentu juga karena rasa jijik yang harus aku muntahkan kepada mereka. Supaya mereka tahu bahwa aku selalu mengingat mereka setiap incinya, terbukti aku bisa jijik. Namun ternyata Suryaden dan beberapa penghuni Joglo Abang malah ke Garut… Bah!!! Serasa ada yang tidak ikhlas di hati ini. Tapi biarlah akan aku balas suatu hari.

Awalnya tidak ada rencana menginap, namun karena ada yang memaksaku untuk tidur di siang hari tadi maka lebih baik aku putuskan untuk menginap, tentu di samping juga karena permintaan dari tuan rumah hehehe… Tanpa jaket, tanpa kaos kaki, menginap di bukit yang dingin seperti Gunung Kelir ini sungguh pengalaman yang mengasyikkan. Karena terjadi kembali kenangan berselimut handuk.

Dunia, dan tentu seisinya adalah sebuah prosa yang sangat indah. Kita semua adalah bagian dari penggalan-penggalan puisi. Maka dari itu, aku tidak rela sedikitpun bila otakku menjadi tidak indah. Harus Indah!. Karena aku adalah puisi. Ya, setiap manusia dengan segala perasaan dan pikirannya merupakan sebuah puisi yang tentu tidak berhak untuk rusak atau dirusak.

Saat ini aku sedang dalam keadaan tidak indah, untuk menguranginya aku terbiasa melakukan sedikit kegiatan untuk mengurangi kepenatan, salah satunya dengan travelling dan juga sedikit senam. Mari melakukannya bersamaku sekejap, angkat kedua tangan ke atas sembari tarik nafas dengan kaki berjinjit, kemudian hembuskan kembali lewat mulut dengan tangan turun tapi mengarah ke belakang. Lakukanlah tiga kali. Coba bagaimana rasanya??? Asyikkan?

Semoga perjalanan besok tambah menyenangkan, aku akan menuju Sanggarnya Whani Darmawan [pemain teater] dan semoga bisa ketemu sekalian dengan Mas Butet. Akan aku ceritakan lebih lanjut besok. Salam.

Share

Tags: , ,