November 7, 2009 Menuju Dusun Senja rumah keduaku
Dunia, dan tentu seisinya adalah sebuah prosa yang sangat indah. Kita semua adalah bagian dari penggalan-penggalan puisi. Maka dari itu, aku tidak rela sedikitpun bila otakku menjadi tidak indah. Harus Indah!. Karena aku adalah puisi. Ya, setiap manusia dengan segala perasaan dan pikirannya merupakan sebuah puisi yang tentu tidak berhak untuk rusak atau dirusak.
Entah apa yang sedang terjadi denganku, tiba-tiba saja isi kepala menggelayut sepi dan kosong. Hampir takut aku untuk tidur di malam hari dalam beberapa hari ini. Berkali-kali aku paksa untuk mengerjakan tugasku di kantor namun tetap juga ngadat. Akhirnya aku putuskan untuk melakukan perjalanan lagi, perjalanan yang selalu aku rindukan. Yaitu menuju Rumah Bang Nanoq di Jembrana Bali. Perjalanan diawali dengan mengunjungi Mas Toto Gunung Kelir, sekaligus berencana untuk turun ke Jogjakarta dimana bisa aku temui para gentho Joglo Abang dan seisinya. Tentu juga karena rasa jijik yang harus aku muntahkan kepada mereka. Supaya mereka tahu bahwa aku selalu mengingat mereka setiap incinya, terbukti aku bisa jijik. Namun ternyata Suryaden dan beberapa penghuni Joglo Abang malah ke Garut… Bah!!! Serasa ada yang tidak ikhlas di hati ini. Tapi biarlah akan aku balas suatu hari.
Awalnya tidak ada rencana menginap, namun karena ada yang memaksaku untuk tidur di siang hari tadi maka lebih baik aku putuskan untuk menginap, tentu di samping juga karena permintaan dari tuan rumah hehehe… Tanpa jaket, tanpa kaos kaki, menginap di bukit yang dingin seperti Gunung Kelir ini sungguh pengalaman yang mengasyikkan. Karena terjadi kembali kenangan berselimut handuk.
Dunia, dan tentu seisinya adalah sebuah prosa yang sangat indah. Kita semua adalah bagian dari penggalan-penggalan puisi. Maka dari itu, aku tidak rela sedikitpun bila otakku menjadi tidak indah. Harus Indah!. Karena aku adalah puisi. Ya, setiap manusia dengan segala perasaan dan pikirannya merupakan sebuah puisi yang tentu tidak berhak untuk rusak atau dirusak.
Saat ini aku sedang dalam keadaan tidak indah, untuk menguranginya aku terbiasa melakukan sedikit kegiatan untuk mengurangi kepenatan, salah satunya dengan travelling dan juga sedikit senam. Mari melakukannya bersamaku sekejap, angkat kedua tangan ke atas sembari tarik nafas dengan kaki berjinjit, kemudian hembuskan kembali lewat mulut dengan tangan turun tapi mengarah ke belakang. Lakukanlah tiga kali. Coba bagaimana rasanya??? Asyikkan?
Semoga perjalanan besok tambah menyenangkan, aku akan menuju Sanggarnya Whani Darmawan [pemain teater] dan semoga bisa ketemu sekalian dengan Mas Butet. Akan aku ceritakan lebih lanjut besok. Salam.
Artikel Terkait
Tags: Art, Culture, Motivation
- 21 comments
- Posted under Art
Permalink #
ikkyu_san
said
oooh sedang bertemu penguasa gunung kelir toh! Sampaikan salamku untuknya dan bilang, jangan lupa sau etawa utk agustus th depan ya…. hehehe
EM
Permalink #
Kika Syafii
said
Sudah disampaikan salamnya Mbak Mel…
Permalink #
koelit ketjil
said
ahh..tetap tidak terbaca!!!
Permalink #
Kika Syafii
said
Hahahahaha
Permalink #
genthokelir
said
kapooooook wakakakakakaka
Permalink #
gajah_pesing
said
weladalah, salam kagem kang genthokelir
Permalink #
mbah gendeng
said
salam bos………
Permalink #
sawali tuhusetya
said
wew…. akhirnya jadi ketemuan sama whani darmawan dan butet, ndak, mas kika? semoga perjalanannya menyenangkan.
Permalink #
marsudiyanto
said
Selamat Melanjutkan Perjalanan…
Ditunggu laporannya
Permalink #
suryaden
said
iseh penat ta… ya semoga bisa ketemu mas
Permalink #
Eka Situmorang-Sir
said
Banyak yg ngomongin soal penguasa gunung kelir ini
ditunggu ceritanya ya
Permalink #
endang noto atmodjo
said
oh ini yg kika maksud menyepi yaaa
wokey deh mudah2an sgr dpt wangsit ….
Permalink #
Kika Syafii
said
Di salam ken Mas Gajah…
Permalink #
Kika Syafii
said
Salam Mbah Gendeng…
Permalink #
Kika Syafii
said
Ketemu Pak Sawali. Terima kasih doanya..
Permalink #
Kika Syafii
said
Inggih Pak Marsu..
Permalink #
Kika Syafii
said
Insya Allah ketemu Kang Sur..
Permalink #
Kika Syafii
said
Insya Allah mbak eka..
Permalink #
wen
said
dusun senja itu sebelah mananya dusun fajar yah hehehe
semoga perjalannya selalu menyenangkan wis;)
Permalink #
Ria
said
jadi pengen tau penguasa gunung kelir ini…pengen kenalan juga
Permalink #
Andy MSE
said
wes nyawang fotone, rung kenal uwonge…
critone marai pengin nang genthokelir kih!
*senang ketemu alamat yang cuma 4 huruf + web.id*