Skip to content

Perjalanan Kika

Menjadi manusia yang bisa merasa bukan merasa bisa.

Kalimat “menjadi manusia yang bisa merasa bukan merasa bisa” merupakan perilaku yang menunjukkan kerendah-hatian, memandang jauh dengan banyak sisi, menghargai orang lain dan menempatkan diri sendiri selalu sebagai orang yang bodoh, haus akan ilmu dan terus belajar. Dalam perjalanan dan pencernaan terhadap semua hal kehidupan ini, aku temukan bahwa ternyata kalimat ini berhasil diartikan secara lebih baik serta simple oleh Steve Job (Apple Inc) dengan kalimat “Stay Hungry, Stay Foolish”. Dengan merasa terus menerus bodoh, maka mudah untuk bisa mendapatkan ilmu lebih banyak.

“Le, sampeyan sakjane pinter. Ming sayange ora biso ngroso malahan krosone biso terus”.

Ucapan itu masih terus terngiang di telinga hingga detik ini. Bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia secara bebas kira-kira isinya adalah “Nak, kamu sebenarnya pintar. Sayangnya tidak bisa merasa, malah terus-terusan merasa bisa”. Ini adalah ucapan orang-orang jawa terutama orang jawa kuno. Sebuah baris kalimat yang mempunyai kedalaman arti dan ilmu tinggi. Sederhana namun benar-benar mengena dalam perilaku orang. Dan aku menerima ucapan ini dulu, ketika usiaku 19 tahun.

Kalimat “menjadi manusia yang bisa merasa bukan merasa bisa” merupakan perilaku yang menunjukkan kerendah-hatian, memandang jauh dengan banyak sisi, menghargai orang lain dan menempatkan diri sendiri selalu sebagai orang yang bodoh, haus akan ilmu dan terus belajar.  Dalam perjalanan dan pencernaan terhadap semua hal kehidupan ini, aku temukan bahwa ternyata kalimat ini berhasil diartikan secara lebih baik serta simple oleh Steve Job (Apple Inc) dengan kalimat “Stay Hungry, Stay Foolish”. Dengan merasa terus menerus bodoh, maka mudah untuk bisa mendapatkan ilmu lebih banyak.

Maka dengan itu, setiap saat aku akan me-reset pikiran bila tiba-tiba aku sudah merasa bisa ketika dihadapkan sesuatu. Orang yang menempatkan diri sendiri selalu lapar akan pengetahuan, selalu bisa merasa kalau dirinya bodoh maka akan lebih bisa menikmati kehidupan. Dengan terus berpikir seperti ini, segala sesuatu menjadi hal yang ringan, semua terlihat mencerahkan dan membahagiakan. Berbanding terbalik dengan orang yang sudah merasa pintar ataupun merasa bisa, setiap hal hanya akan menjadi sebuah pijakan kaki bukan sebuah samudera pelayaran. Maka tidak ada pembelajaran disitu.

Orang yang berpikir positif akan lebih mudah untuk sukses dan berhasil dalam cita-citanya. Semua hal akan datang dengan kemudahan yang kadang tidak disadarinya. Disinilah yang juga aku sebut sebagai “keindahan penantian”. Setiap saat berdebar-debar ingin mendapatkan atau menemukan ilmu baru. Rasa yang seperti jatuh cinta. Kemudian merasakan pelukan ilmu dan mendalaminya.

Tak ada yang lebih baik dari siapapun, kecuali kemampuan dan kemauannya untuk terus belajar”.

Salam kreatif.

Share

Tags: , ,