Skip to content

Perjalanan Kika

Menjadi manusia yang bisa merasa bukan merasa bisa.

1. Ide dan Perkembangannya

Sudah tentu, anda membutuhkan ide awal untuk sebuah produk. Ide ini bisa dikembangkan sesuai dengan keinginan, hasrat dan daya tarik besar dalam diri anda akan sebuah produk. Sebuah ide, bisa berasal dari dalam anda, perusahan ataupun dari sumberdaya lain dari luar. Jangan terpancang dengan “harus aku” untuk mengembangkan ide. Tentukan satu ide dan beri ijin kepada orang lain untuk mengembangkannya. Lebih ideal lagi bila anda mampu membangunsebuah tim yang solid untuk hal ini.

Awal sebuah ide bisa dengan menentukan titik fokus dalam beberapa hal. Misalnya dengan menentukan strata ekonomi pasar, trend atau mode, minat atau daya tarik orang terhadap sesuatu dan masih banyak lagi. Lakukanlah pendekatan terhadap pengembangan ide dengan memberi tempat untuk kritik dan saran dari pelanggan untuk produk anda. Sehingga dari satu ide bisa menyentil dan memunculkan ide-ide yang lain. Dewasa ini, pendekatan ide banyak dilakukan dengan menggunakan metode komunal.

Bila anda berencana menjual membuat dan memasarkan produk dengan target dan jangka pendapatan tertentu, tentu anda sudah melakukan riset kecil baik dalam pengolahan bahan untuk produk maupun penempatan produk dalam pemasarannya. Ada banyak materi untuk dipelajari dalam hal ini, apalagi di internet. Hendaknya anda tahu betul apa yang ingin anda lakukan dalam hal ini, semakin anda tahu semakin mudah anda menjalaninya.

Ada beberapa tips singkat yang bisa digunakan untuk menjalankan konsep produk anda sebelum melemparnya ke pasar secara besar-besaran. Ada 7 tips sederhana dalam membangun produk baru ini, dan sudah banyak terbukti berhasil dijalankan dalam dunia industri.

1. Ide dan Perkembangannya

Sudah tentu, anda membutuhkan ide awal untuk sebuah produk. Ide ini bisa dikembangkan sesuai dengan keinginan, hasrat dan daya tarik besar dalam diri anda akan sebuah produk. Sebuah ide, bisa berasal dari dalam anda, perusahan ataupun dari sumberdaya lain dari luar. Jangan terpancang dengan “harus aku” untuk mengembangkan ide. Tentukan satu ide dan beri ijin kepada orang lain untuk mengembangkannya. Lebih ideal lagi bila anda mampu membangun sebuah tim yang solid untuk hal ini.

Awal sebuah ide bisa dengan menentukan titik fokus dalam beberapa hal. Misalnya dengan menentukan strata ekonomi pasar, trend atau mode, minat atau daya tarik orang terhadap sesuatu dan masih banyak lagi. Lakukanlah pendekatan terhadap pengembangan ide dengan memberi tempat untuk kritik dan saran dari pelanggan untuk produk anda. Sehingga dari satu ide bisa menyentil dan memunculkan ide-ide yang lain. Dewasa ini, pendekatan ide banyak dilakukan dengan menggunakan metode komunal.

2. Pemilihan/filter

Dalam tahap ini, dilakukan filter atau mungkin screening terhadap ide-ide pemasaran produk yang sudah siap untuk dijalankan. Keputusan atau eksekusi ide biasanya akan tergantung dari jumlah ide yang sudah terkumpulkan. Lakukan secepatnya dengan mengevaluasi ide-ide yang lebih cocok untuk produk anda.

3. Membangun konsep dan Uji coba

Dengan mengantongi ide, pemasaran produk bisa lebih terfokus. Sehingga uji coba pasar pun tentunya lebih mudah. Uji coba bisa dilakukan dengan melibatkan beberapa pelanggan terdekat atau mungkin juga dengan membanjiri semua pelanggan dengan produk yang sudah disiapkan. Fokus pada grup pelanggan biasanya lebih meningkatkan perkembangan dari itu tersebut. Selama masa uji coba, ambil beberapa contoh yang bisa menambah perkembangan dari ide tersebut. Misal mencatat seberapa banyak dari apa yang disukai dan apa yang tidak disukai.

Bersambung.

Share