July 22, 2010 Membangun Produk Baru
1. Ide dan Perkembangannya
Sudah tentu, anda membutuhkan ide awal untuk sebuah produk. Ide ini bisa dikembangkan sesuai dengan keinginan, hasrat dan daya tarik besar dalam diri anda akan sebuah produk. Sebuah ide, bisa berasal dari dalam anda, perusahan ataupun dari sumberdaya lain dari luar. Jangan terpancang dengan “harus aku” untuk mengembangkan ide. Tentukan satu ide dan beri ijin kepada orang lain untuk mengembangkannya. Lebih ideal lagi bila anda mampu membangunsebuah tim yang solid untuk hal ini.
Awal sebuah ide bisa dengan menentukan titik fokus dalam beberapa hal. Misalnya dengan menentukan strata ekonomi pasar, trend atau mode, minat atau daya tarik orang terhadap sesuatu dan masih banyak lagi. Lakukanlah pendekatan terhadap pengembangan ide dengan memberi tempat untuk kritik dan saran dari pelanggan untuk produk anda. Sehingga dari satu ide bisa menyentil dan memunculkan ide-ide yang lain. Dewasa ini, pendekatan ide banyak dilakukan dengan menggunakan metode komunal.
Bila anda berencana menjual membuat dan memasarkan produk dengan target dan jangka pendapatan tertentu, tentu anda sudah melakukan riset kecil baik dalam pengolahan bahan untuk produk maupun penempatan produk dalam pemasarannya. Ada banyak materi untuk dipelajari dalam hal ini, apalagi di internet. Hendaknya anda tahu betul apa yang ingin anda lakukan dalam hal ini, semakin anda tahu semakin mudah anda menjalaninya.
Ada beberapa tips singkat yang bisa digunakan untuk menjalankan konsep produk anda sebelum melemparnya ke pasar secara besar-besaran. Ada 7 tips sederhana dalam membangun produk baru ini, dan sudah banyak terbukti berhasil dijalankan dalam dunia industri.
1. Ide dan Perkembangannya
Sudah tentu, anda membutuhkan ide awal untuk sebuah produk. Ide ini bisa dikembangkan sesuai dengan keinginan, hasrat dan daya tarik besar dalam diri anda akan sebuah produk. Sebuah ide, bisa berasal dari dalam anda, perusahan ataupun dari sumberdaya lain dari luar. Jangan terpancang dengan “harus aku” untuk mengembangkan ide. Tentukan satu ide dan beri ijin kepada orang lain untuk mengembangkannya. Lebih ideal lagi bila anda mampu membangun sebuah tim yang solid untuk hal ini.
Awal sebuah ide bisa dengan menentukan titik fokus dalam beberapa hal. Misalnya dengan menentukan strata ekonomi pasar, trend atau mode, minat atau daya tarik orang terhadap sesuatu dan masih banyak lagi. Lakukanlah pendekatan terhadap pengembangan ide dengan memberi tempat untuk kritik dan saran dari pelanggan untuk produk anda. Sehingga dari satu ide bisa menyentil dan memunculkan ide-ide yang lain. Dewasa ini, pendekatan ide banyak dilakukan dengan menggunakan metode komunal.
2. Pemilihan/filter
Dalam tahap ini, dilakukan filter atau mungkin screening terhadap ide-ide pemasaran produk yang sudah siap untuk dijalankan. Keputusan atau eksekusi ide biasanya akan tergantung dari jumlah ide yang sudah terkumpulkan. Lakukan secepatnya dengan mengevaluasi ide-ide yang lebih cocok untuk produk anda.
3. Membangun konsep dan Uji coba
Dengan mengantongi ide, pemasaran produk bisa lebih terfokus. Sehingga uji coba pasar pun tentunya lebih mudah. Uji coba bisa dilakukan dengan melibatkan beberapa pelanggan terdekat atau mungkin juga dengan membanjiri semua pelanggan dengan produk yang sudah disiapkan. Fokus pada grup pelanggan biasanya lebih meningkatkan perkembangan dari itu tersebut. Selama masa uji coba, ambil beberapa contoh yang bisa menambah perkembangan dari ide tersebut. Misal mencatat seberapa banyak dari apa yang disukai dan apa yang tidak disukai.
Bersambung.
Artikel Terkait
- 11 comments
- Posted under Career, Featured
Permalink # Tweets that mention Membangun Produk Baru ยป Perjalanan Kika -- Topsy.com said
[...] This post was mentioned on Twitter by Kika Syafii, Kika Syafii. Kika Syafii said: Membangun Produk Baru http://goo.gl/fb/AB4fA #career [...]
Permalink #
Pojok Pradna
said
apik,ki
ra sah kesuwen nulis kelanjutane…ditunggu.
Permalink #
bang FIKO
said
mengenai poin 1, ada istilah dalam pencarian dan pengembangan ide. Istilah ATM, Amati, Tiru, Modifikasi… Akan menciptakan satu konsep baru yang lebih menarik.
Ditunggu kelanjutannya, Kang..
Permalink #
Mamah Aline
said
yang sulit pertama kali direalisasi mungkin idenya buat saya, tapi makasih untuk sharingnya ya
Permalink #
omagus
said
terus kang..!
tak tunggu kelanjutane..!
saya sudah nyiapin konsep produknya nih..!
Permalink #
Ceritaeka
said
aku masih stuck di ide “produk aopa yg akan dibuat”
hahaha
Permalink #
Dexter
said
haduh, kapan jalannya kalau gitu..
Permalink #
Harry Christian
said
Salam kenal om sebelumnya.
Nice post om..Saya ingin membangun produk baru tapi masi takut untuk memulainya..tapi bisa gak ya seorang seperti saya ” risk averter ” seseorang yang takut mengambil resiko untuk membuat produk baru dan memasarkannya…:D
Permalink #
Dexter
said
Selama anda menganggap diri anda risk averter, maka selamanya tidak akan pernah bisa melakukannya.
Permalink # Membangun Produk Baru (habis) » Perjalanan Kika said
[...] hari, saya sudah mencoba memposting beberapa tips untuk membangun produk baru yang memang masih harus saya potong agar tidak terlalu panjang. Kali ini saya akan meneruskan [...]
Permalink #
Bengkel Las Listrik
said
Paling sulit sich ide apa ya dan apa yang harus saya kerjakan dan saya ciptakan,saya jadi malah bingung mas mau ciptakan produk sendiri,tapi mantap mas informasinya makasih banyak..