Skip to content

Perjalanan Kika

Menjadi manusia yang bisa merasa bukan merasa bisa.

Kemarin hari, saya sudah mencoba memposting beberapa tips untuk membangun produk baru yang memang masih harus saya potong agar tidak terlalu panjang. Kali ini saya akan meneruskan artikel selanjutnya tentang langkah selanjutnya. Seperti yang anda tahu, membangun sebuah usaha ada beberapa point yang memang seringkali menjadi penghambat untuk memulai. Beberapa diantaranya adalah Ide awal atau bagaimana memulainya. Insya Allah akan saya bahas pada artikel-artikel selanjutnya. Baiklah ini lanjutannya..

Kemarin hari, saya sudah mencoba memposting beberapa tips untuk membangun produk baru yang memang masih harus saya potong agar tidak terlalu panjang. Kali ini saya akan meneruskan artikel selanjutnya tentang langkah selanjutnya. Seperti yang anda tahu, membangun sebuah usaha ada beberapa point yang memang seringkali menjadi penghambat untuk memulai. Beberapa diantaranya adalah Ide awal atau bagaimana memulainya. Insya Allah akan saya bahas pada artikel-artikel selanjutnya. Baiklah ini lanjutannya..

——-

4. Analisa Bisnis

Pada point ini, akan dilakukan pengolahan analisa dari produk baru dengan beberapa ide yang terkumpul menjadi lebih spesifik. Menjadi dua atau tiga atau bahkan 1 ide besar yang bisa mengimplementasi semua ide yang terkumpul. Pada proses ini, semua bergantung pada riset pasar untuk menetukan tingkat “ability ” dari ide-ide produk tersebut. Kunci dari tingkat obyektif untuk analisa bisnis ini menentukan pembentukan target pasar, biaya operasional dan rugi laba. Hendaknya ide bisa mengarahkan determinasi lebih tepat dan sesuai hingga mencapai semua misi dari produk itu sendiri. Banyak upaya lebih diarahkan pada penelitian internal, seperti diskusi dengan personil produksi dan pembelian, dan riset pemasaran eksternal, seperti pelanggan dan distributor survei, penelitian sekunder, dan analisis pesaing.

5. Penyatuan Produk dan Pemasaran

Pemastian Ide dengan analisis usaha hendaknya diberikan perhatian serius sebagai bentuk peletakan pondasi. Lakukan langsung riset dan pengembangan untuk membangun sebuah desain awal dari prototype ide yang sudah ada. Bagian pemasaran juga sudah bisa memulai merencanakan pemasaran akan produk. Setelah bentuk contoh produk siap, bagian pemasaran bisa melakukan masukan dari pelanggan. Namun, tidak seperti tahap pengujian konsep di mana pelanggan hanya menjadi bagian dari gagasan, dalam langkah ini pelanggan mendapat pengalaman produk real maupun aspek-aspek lain dari campuran pemasaran, seperti iklan, harga, dan pilihan distribusi (misalnya, ritel toko, langsung dari perusahaan, dll). Reaksi pelanggan yang kondusif/baik akan membantu memperkuat keputusan untuk memperkenalkan produk dan juga memberikan informasi berharga lainnya seperti harga pembelian yang bisa diperkirakan dan memahami bagaimana produk yang akan digunakan oleh pelanggan. Reaksi yang kurang baik mungkin akan menjadikan perlunya penyesuaian pemasaran. Setelah ini dilakukan, bagian pemasaran mungkin akan memiliki tes pelanggan produk satu atau dua kali lagi. Selain mendapatkan umpan balik pelanggan, langkah ini digunakan untuk mengukur kelayakan skala besar, biaya produksi yang efektif untuk produk manufaktur.

6. Test Pemasaran

Ide atau Produk yang masih bertahan hingga paling akhir maka siap untuk diuji sebagai produk nyata. Dalam beberapa kasus, pemasaran menerima apa yang telah dipelajari dari pengujian konsep dan melompati pengujian pasar untuk memulai ide sebagai produk yang dipasarkan sepenuhnya. Namun masih banyak diantaranya pengelola usaha yang masih mencoba mencari masukan lebih dari kelompok yang lebih besar sebelum pindah ke komersialisasi. Jenis paling umum dari pengujian pasar adalah membuat produk yang tersedia lebih ke segmen kecil dengan target pasar yang selektif (misalnya, satu kota). Dalam beberapa kasus, terutama dengan produk-produk konsumen yang lebih mengarah untuk di-retail-kan, pemasaran harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan keyakinan dari para distributor bahwa produk tersebut sudah melewati uji coba pasar dan bisa dijual. Bentuk lain dari pengujian pasar (tes pasar) bisa dilakukan dengan merekrut satu atau dua pelanggan untuk ikut terlibat dalam pembentukan produk. Pengembangan produkpun bisa dilakukan berdasarkan respon belanja dari elanggan.

7. Komersialisasi

Jika pasar yang menjanjikan hasil pengujian siap, maka saatnya memperkenalkan produk ke pasar yang lebih luas. Beberapa perusahaan memakai cara dengan memperkenalkan atau roll-out produk dalam beberapa gelombang dengan bagian-bagian target pasar menerima produk pada jadwal yang berbeda. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan produksi dengan cara yang lebih terkontrol dan menyatukan pemasaran sebelum produk itu didistribusikan ke daerah-daerah baru.

[Habis].

——–

Nantikan artikel selanjutnya tentang ide pengembangan produk Yogurt.

Salam kreatif.

Share